Tiga Jebakan Maut
March 5th, 2006 by entahlahRiya’
(melakukan sesuatu demi image di mata orang)
‘Ujub
(merasa dirinya baik,atau bahkan terbaik)
Kibr
(sombong)
Riya’
(melakukan sesuatu demi image di mata orang)
‘Ujub
(merasa dirinya baik,atau bahkan terbaik)
Kibr
(sombong)
Mysterious.
She’s so mysterious.
I cant understand the way she thinks and acts.
Mysterious.
I really cant catch the essence of each of her action.
I cant grasp what does she really mean.
I cant even smell the motives behind.
Mysterious.
Yet,
I’m a kind of person obsessed with mysterious thingy.
It’s inevitable.
Yes, i’m obsessed.
That’s why i’m still standing there.
Wait and see.
Patiently.
Hurt.
Confused.
Afraid.
Calm.
Yes. I’m still standing there.
Yes. Right there.
Though she might doesn’t realize that.
Or does she ?
Mysterious.
Obsessed.
Alhamdulillah..
Pagi ini baca-baca artikel di
http://muslimdelft.nl yang cukup menyejukkan hati dan memperluas
wawasan. Salah satunya tentang muslim di Rusia (atau bekas Sovyet ya?)
yang berusaha ditindas oleh pemerintah komunis, masjid-masjid
dihancurkan dan masyarakatnya diisolasi. Alhamdulillah mereka mulai
bangkit, dan sekarang sudah berdiri masjid disana.
Membaca
gencarnya komunis Rusia menekan kaum muslim disana membuatku teringat
pada pengalaman yang bagiku cukup istimewa. Subhanallah..
Percayakah
kamu bahwa seorang komunis dari Rusia telah memajang dan memamerkan
kalimah Laa Ilaha Illallah di hadapan kurang lebih 500 orang ? That’s
truly happened.
Alkisah aku mendapat tugas membuat gambar 3-D
dengan POV-Ray. Subjectnya waktu itu SC208-Computer Graphics in Design.
Intinya dengan kode programming dan perhitungan matematis analitik,
kami diminta menghasilkan gambar indah 3-D.
Awalnya aku hendak
menggambar sebuah jam pasir, mengingat salah satu benda istimewa bagiku
adalah jam pasir berpasir merah jambu. Tapi entah mengapa susah sekali.
Rendering timenya masya Allah bisa berjam-jam. Deadline yang dekat
akhirnya membuatku merubah keputusan. Lalu kupikir, "Ini adalah dosa,
Ainun, kamu membuang waktu procrastinating hingga datang deadline
besok, kamu berdosa, bertaubatlah". Kuputuskan untuk menggambar sesuatu
sebagai permintaan maafku padaNya. And it was kaligrafi 3-D dari
kalimah "Laa Ilaha Illallah".
Karena aku memakai metode
matematis yang cukup unik (menurutku,dan karna ga ada temen laen yang
pake), aku post karyaku dan rumus-rumus matematikanya di Discussion
Board subject ini. And my lecturer was amazed.
Dan dia memajang
karyaku disaat lecture ! Di hadapan kurang lebih 500 mahasiswa, yang
kebanyakan atheis (dari China,Vietnam) atau agamanya simbolik belaka
(most Singaporean are like this i think, dan juga negara lain).
Dr
Alexei Sourin, seorang Rusia, memajang kalimah Laa Ilaha Illallah di
hadapan orang-orang yang tidak percaya Allah ! Subhanallah.. Aku
seperti melihat kemenangan dari kebenaran. Ya. Yang benar tetaplah
benar, biarpun ditutup-tutupi dan disuramkan cahayanya.
Dan kebenaran akan menang.
ya Allah…
tunjukilah jalan yang lurus…
jalannya orang yang engkau ridhoi…
bukan jalan orang yang engkau murkai…
dan bukan pula jalan orang yang sesat…
Umar bin Khattab mengatakan, “Jadilah engkau bocah di depan istrimu, tapi berubahlah menjadi lelaki perkasa ketika keadaan memanggilmu’.
“Saya selamanya ingin menjadi bocah besar yang polos.” kata Sayyid Quthub. Para pahlawan selalu mengenang saat-saat indah ketika ia berada dalam pangkuan ibunya, dan selamanya ingin begitu ketika terbaring dalam pangkuan istrinya.
*kutipan dari http://groups.yahoo.com/group/mencintai-islam/message/337 *
huhuhuhu tampaknya menarik, bisa merubah paradigma saya selama ini, mari mari direnungkan dulu..
Bersabda Rasulullah s.a.w.:
“Barangsiapa menunaikan sembahyang pada waktunya dan melengkapkan wudhu’nya serta menyempurnakan ruku’nya, sujudnya dan khusyu’nya, nescaya sembahyang itu akan terangkat (ke atas langit) dalam keadaan putih dan cemerlang.
Ujar sembahyang itu: Semoga Allah memelihara engkau, sebagaimana engkau memelihara aku.
Barangsiapa menunaikan sembahyang di luar waktunya dan tiada pula melengkapkan wudhu’nya serta tiada menyempurnakan ruku’nya, sujudnya dan khusyu’nya, nescaya sembahyang itu akan terangkat dalam keadaan hitam legam.
Ujar sembahyang itu: Semoga Allah menyia-nyiakan engkau, sebagaimana engkau menyia-nyiakan aku.
Apabila ia telah sampai ke tempat yang ditetapkan oleh Allah, maka ia pun dilipat-lipat, sebagaimana dilipatkan baju-baju yang koyak, lalu dipukulkanlah sembahyang itu ke muka orang yang melakukannya.”
malam ini aku merasa begitu hina.
merasa tahu padahal tak tahu apa-apa.
merasa ingin dianggap oleh orang lain tahu apa-apa.
merasa pandai hingga bisa menggurui.
merasa ucapan dan tulisan diri benar dan berguna.
merasa yang semu padahal fakta
—
menulis untuk menasehati diri, sembari berfikir mungkin bermanfaat untuk orang lain
kini, menulis untuk mengingat kehinaan diri sembari berdoa semoga tulisan tidak mencelakakan orang lain
—
Ya Allah lindungilah aku
C i n t a
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah
amma ba’du…
“Katakanlah, jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah mencintai kalian.” (QS Ali Imron, 3:31)
Diriwayatkan bahwa setelah Majnun Laila (kekasih Laila) meninggal dunia, seseorang mimpi bertemu dengannya.
“Apakah yang telah diperbuat Allah terhadapmu?’ tanya orang itu.
“Dia mengampuniku dan menjadikanku sebagai hujah bagi orang-orang yang mengaku cinta kepada-Nya,” jawabnya.
Meskipun Majnun Laila mencintai seorang makhluk, namun dia sidq dalam cintanya. Sedangkan kita hanya mengaku-aku cinta kepada Allah dan rasul-Nya dengan lisan.
Junaid ra berkata, “Sewaktu aku tidur di rumah Sari As-Saqothi, ia membangunkanku dan berkata, ‘Wahai Junaid, aku melihat diriku seakan-akan berada di hadapan Allah, kemudian Allah berkata kepadaku, ‘Wahai Sari, ketika Aku menciptakan makhluk- makhluk-Ku, mereka semua mengaku cinta kepada-Ku. Ketika Aku lalu menciptakan dunia, 9/10 dari mereka lari meninggalkan-Ku, hanya tinggal 1/10 bersama-Ku. Ketika aku menciptakan surga, 9/10 dari 1/10 tadi lari meninggalkan-Ku dan hanya tinggal 1/10 dari 1/10 yang tadi bersama-Ku. Aku lalu menciptakan neraka, 9/10 dari 1/10-nya 1/10 tadi lari meninggalkan-Ku. Aku lalu menguji mereka dengan bencana sekecil atom, maka 9/10 dari 1/10-nya 1/10-nya 1/10 tadi lari meninggalkan-Ku. Aku lalu berkata kepada yang tinggal bersama-Ku, ‘Kalian tidak menginginkan dunia, tidak mengharapkan surga, tidak lari dari neraka, dan tidak menghindar dari bencana, lalu apa yang kalian inginkan?”
‘Engkau lebih mengetahui apa yang kami inginkan,’ jawab mereka.
‘Aku akan memberi kalian bencana sebanyak napas kalian; bencana yang gunung kokoh sekalipun tidak sanggup menanggungnya, apakah kalian akan bersabar?’
‘Jika Kau yang menurunkan bencana itu, kami siap menerimanya.’
‘Kalian adalah hamba-hamba-Ku yang sejati. Kalian adalah pecinta-Ku yang sidq. Aku akan beri kalian dunia dan surga. Aku akan menyingkirkan segala bencana dari kalian.”
Karunia tadi diberikan Allah setelah mereka lulus dari ujian.
Al-Ghozali dalam Ihyâ` Ulûmiddîn, bab Al-Mahabbah menguraikan tanda-tanda cinta. Sayang, tanda-tanda tersebut tidak dapat kita wujudkan. Kita ini seperti yang dimaksud dalam hadis:
Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.* (HR Bukhari)
Seseorang akan (dikumpulkan) bersama dengan yang ia cintai. (HR Bukhari dan Muslim)
Alhamdulillâh, Allah Maha Pemurah. Kita tidak akan mampu bertahan bila diuji oleh-Nya.
Ya Allôh bi dzarrotin min mahabbatillâh…
Seorang yang saleh mengatakan bahwa kata min adalah Idhôfatul Mashdar Ilâ Fâ‘ilih (penerj.: artinya: Ya Allah, berkat sebutir debu cinta-Mu kepada kami).
Ada yang mengatakan bahwa min tersebut adalah Idhôfatul Mashdar Ilâ Maf’ûlih (sehingga artinya: Ya Allah, berkat sebutir debu cinta kami kepada-Mu).
Jika min tersebut disandarkan kepada pelakunya (fâ’il) maka lebih baik, sebab sebutir debu cinta Allah kepada hamba-Nya lebih baik daripada cinta hamba kepada Allah. Cintamu kepada Allah memang baik dan terpuji. Namun, cinta Allah kepadamu lebih tinggi.
Ya Allah, jadikanlah kesalahan-kesalahan kami sebagai kesalahan-kesalahan dari orang yang Kau cintai. Dan jangan jadikan kebaikan-kebaikan kami sebagai kebaikan-kebaikan dari orang yang Kau benci.
Kebaikan jika disertai kebencian tidak akan bermanfaat. Sedang keburukan jika disertai cinta tidak akan membahayakan. Ketika aku duduk bersama salah seorang temanku yang tinggal di Syah Alam, ia berkata, “Jika kau mendoakan aku, doakanlah agar Allah menjadikan aku sebagai salah seorang kecintaan-Nya.
Jika Tuhan sayangkan aku, Dia akan mengajakku GILA kepada-Nya, bukan gila kepada Mahluk-Nya.
Sebab, karena cinta Mahluk itu fana, cinta yang haram mengundang Neraka.
Karena cinta maka seorang ayah berulang kali memaafkan kesalahan anak-anaknya. Jadi, jika Allah mencintaimu, kau takkan merasa takut.”
Salah satu tanda cintamu kepada Allah adalah cintamu kepada para wali-Nya. Dan salah satu tanda cinta Allah kepadamu adalah cinta para wali-Nya kepadamu. Sebab, mereka adalah perantara antara kau dan Tuhanmu. Kadang kala cinta itu dapat tumbuh berkat seorang Nabi atau Wali.
Wallohu a’lam bish-shawab,-
* Dari Umar bin Khottôb bahwa di masa Nabi saw ada seorang lelaki yang bernama Abdullah. Ia dijuluki dengan Himâr (keledai). Abdullah suka membuat Rasulullah saw tertawa. Rasulullah sering menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya, karena ia suka minum minuman keras.
Suatu hari ia dibawa menghadap nabi karena minum minuman keras, Nabi lalu memerintahkan seseorang untuk mencambuknya. Salah seorang sahabat berkata, “Semoga Allah mengutuknya. Ia sudah terlalu sering dihukum cambuk.” Nabi saw lalu bersabda: “Kalian jangan melaknatnya, sebab demi Allah, setahuku dia adalah seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR Bukhari)
===================================================================
kuculik dari milis http://groups.yahoo.com/group/mencintai-islam
–>http://groups.yahoo.com/group/mencintai-islam/message/5388
===================================================================
silence is golden
Malam ini aku merasa tenang. Semoga seterusnya (?).
Satu hal yang aku makin yakin, bahwasanya manusia memang hakikatnya kodratnya lemah. Penuh kesalahan dan kelengahan serta kebodohan, disadari atau tidak, diakui atau tidak, diinginkan atau tidak. Pabila sang manusia yang lemah ini angkuh merasa tidak lemah, atau ingin menganggap dirinya tidak lemah, berasa tangguh, insya Allah yang terjadi adalah kegoncangan batin dan keresahan deep inside disadari dirasakan atau tidak yang bisa jadi meledak muncul menjadi kegundahan tanpa sebab jelas.
Ya, ketenangan insya Allah akan diperoleh pabila manusia dengan ikhlas merelakan kelemahannya dan mengakui ketergantungannya akan kekuatan pengatur penguasa segalanya. Insya Allah, dengan berpasrah diri setulusnya, tidak ada yang bisa menggoncangkan dan menggiring kepada ketakutan dan kekhawatiran.
Semoga Allah menuntun kita semua menuju kondisi tiada ketakutan dan tanpa kekhawatiran kesedihan. Sebagaimana orang-orang yang dirahmati La khoufun ‘alaihim wa la hum yahzanun, tiada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka khawatir. Amin